di bening matamu kemarin
kutemukan sebutir air mata yang kau tahan
mengeras jadi mutiara
jatuh ke bibirmu
tinggal disana sebentar
menggetar
kemudian menyusup ke tenggorokan
mungkin saja
ia yang sekarang menjelma serak dan sesak pada
barisan kata perpisahan
sudah jangan sendu, sayang
aku ingin pergiku kali ini terdengar merdu
agar angin malam
atau hujan
atau bahkan udara dingin dan kebekuan
bisa mengingatkanmu kapan-kapan
tentang kisahku dalam rindu-rindu
yang haru
tapi tidak biru
aku akan tetap menjadi keindahan
jingga di pagi dan senja
lagu-lagu yang menyapa kelopak matamu sebelum terik
dan mengendap-endap sesaat di lelahmu sebelum mimpi
Blogger templates
Texts
Footer Widget 3
Diberdayakan oleh Blogger.
Footer Widget 2
Arsip Blog
Pengikut
Mengenai Saya
Label
- puisi (3)
Blogger Tricks
Blogger Themes
welcome
Popular posts
Senin, 19 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



